
Kami dari sezione Solo berangkat menuju Jakarta dengan berjumlah 12 orang akan tetapi 6 orang berangkat dalam 1 rombongan yaitu : Reza, Nur Kholis, Nuha, Indro, Robbi, Yani dan ditambah ada salah satu pengurus MI Pusat yang ikut dari Solo yaitusaudara Aang dengan mengendarai 1 mobil. Kami berangkat dari Solo pada hari Jumat pagi tanggal 2 September 2011 jam 9.00 WIB dengan menempuh jalur Pantura dan berharap jalanan belum ramai karena bersamaan dengan arus balik Lebaran, ternyata tidak semulus rencana yang diharapkan, kami terpaksa menempuh jalan padat merayap tapi hal itu tidak menyurutkan niat kami untuk bertemu langsung dengan para legenda AC Milan. Tepat jam 12.00 WIB kami berhenti di alun-alun Salatiga untuk menjalankan sholat Jum’at. Setelah selesai isoma, kita langsung melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Satu demi satu kota kita lalui demi menyaksikan sang pujaan di depan mata.
Sesampai di kota Tegal, kita singgah di Pasific Mall untuk isoma. Setelah jam menunjukkan pukul 21.00 WIB kami melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Akhirnya kita sampai di Jakarta pada hari Sabtu pagi tanggal 03 September 2011 jam 04.00 WIB. Kami menuju hotel yang ditempati sezione Solo di Hotel Tiga Nur di daerah Kramat Pulo Kecamatan Senen Jakarta Pusat. Jam 9.00 WIB kami berangkat menuju Hotel Kebayoran tapi terlebih dahulu kami mampir sarapan di Blok M. Setelah sarapan kami menuju Hotel Kebayoran dan disambut oleh Bang Sofyan Hidayat (Bang B’Gon) dan temen-temen dari Sezione Makasar dan Manado. Selama perjalanan tersebut kami selalu ditemani Aang. Setelah itu kita menuju Hanggar Pancoran untuk bertemu dengan semua teman-teman Sezione seluruh Indonesia. Di Hanggar Pancoran kami sempat mengurus paket member yang belum terkirim. Jam 16.00 WIB kami kembali ke Hotel Tiga Nur untuk mandi dan bersih-bersih. Jam 18.00 WIB kami kembali lagi ke Hanggar Pancoran untuk persiapan menuju Bandara menyambut kedatangan pemain Milan Glorie.
Sesampai di Bandara, atmosfer kebanggaan sudah terasa dengan chant dan yel-yel para Milanisti, setelah menunggu sekian jam akhirnya pemain Milan Glorie tiba di Jakarta. Begitu bangga kami sebagai Milanisti mempunyai kesempatan untuk menatap langsung pemain Milan Glorie. Yel-yel dan chant disorakkan dengan penuh semangat oleh para Milanisti sampai-sampai para pemain Milan Glorie mendokumentasikannya. Bukannya kita tapi malah mereka, itulah yang membuat kami bangga menjadi bagian dari Milanisti Indonesia. Akhirnya penyambutan telah berakhir dengan meriah. Dan pastinya tak terlupakan oleh semua Milanisti yang hadir di Bandara Soekarno Hatta.
Keesokan harinya pada hari Minggu kami menuju RCTI untuk mengikuti acara Dahsyat. Di acara tersebut kami datang bersamaan dengan rombongan dari sezione Bandung. Serentak kami bersama-sama menuju studio Dahsyat RCTI. Ada hal yang membuat kita tertawa sekaligus kesal karena yang diperbolehkan masuk studio hanyalah yang memakai sepatu, padahal 4 orang dari rombongan tidak memakai sepatu, di situ kami sempat bingung padahal teman-teman kami yang lain sudah bisa masuk ke dalam studio Dahsyat… terus lucunya 2 orang dari rombongan kami ada yang berinisiatif untuk meminjam sepatu dari anak-anak alay yang ingin ikut acara Dahsyat. Setelah dirayu dan dibujuk akhirnya sepatu bisa didapat juga dan bisa masuk dech… hehehe… :)
Tapi setelah keenakan di dalam studio lupa kalo sepatu tadi hanya meminjam… ternyata yang punya nyariin dan katanya mereka nangis. Yang bikin rombongan kami senang, salah satu rombongan kami yaitu saudara Reza Rendahati berhasil tampil di acara Dahsyat dan bisa menyerahkan kenang-kenangan berupa batik Milan dan replika trofi Liga Champions ke il Capitano Franco Baresi.
Setelah acara selesai kami serombongan berjalan keluar studio RCTI,,eh ternyata ada infotainment yaitu acara Intens yang mau mewancarai kita seputar Milan Glorie.
Selesai ambil bagian di acara Milan Glorie di RCTI, kami langsung menuju ke Hotel Kebayoran untuk mengikuti Gathering Nasional Milanisti Indonesia. Sesampainya di Hotel Kebayoran, ada salah satu teman kami yaitu Nur Kholis merasa kebingungan karena tas kameranya tertinggal di lokasi parkir studio Dahsyat RCTI. Untungnya di dalam tas kamera tersebut hanya ada pin Milan Glorie sezione Solo. Karena terbatasnya waktu, akhirnya Nur Kholispun mengikhlaskannya :(
Setelah mengikuti acara Gathnas, jam 16.00 WIB kami kembali ke Hotel Tiga Nur untuk berkemas-kemas dan bersiap-siap menuju Stadion Gelora Bung Karno dalam rangka menyaksikan event pertandingan persahabatan pemain Milan Glorie vs pemain Legenda Bintang Indonesia. Jam 18.00 WIB kami masuk stadion GBK dengan riang gembira dan segera bergabung dengan teman-teman Milanisti Indonesia di sektor 15 dan 16. Di dalam stadion kami pun langsung ikut ngechant dan atraksi Bendera Raksasa serta parade Red Flare bersama tim Ulgad Milanisti Indonesia. Kami sangat bersemangat mengikuti arahan koreo dari Bang Toel. Perasaan kami sangat luar biasa senangnya dan serasa mimpi di San Siro menjadi kenyataan melihat langsung legenda-legenda AC Milan.
Setelah pertandingan selesai, ada kru dari RCTI menghampiri kami dan ternyata mereka mengembalikan tas kamera milik Nur Kholis yang tertinggal di lokasi parkir studio Dahsyat RCTI. Terima kasih RCTI OK :)
Pada jam 22.30 WIB kami meninggalkan stadion dan mengantarkan Caposezione kami yaitu saudara Barry ke rumah saudaranya di Jakarta. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang kembali ke Solo dengan rasa puas dan riang gembira. Syukur Alhamdulillah akhirnya kami tiba dengan selamat di Solo pada hari Senin tanggal 6 September 2011 jam 12.00 WIB.
Kami MI sez Solo mengucapkan terima kasih banyak untuk Presiden MI, saudara Aang, saudara Toel, Bang B'Gon, Danar Setya dan semua teman-teman Milanisti Indonesia :)
Semoga bisa bertemu di event-event mendatang... Amien...
Siamo orgogliosi di essere parte di una grande famiglia di Milanisti Indonesia :)
" il Milan non è una Società è una famiglia, la nostra famiglia "



0 tanggapan:
Posting Komentar